PENGAMBILAN INTI SEDIMEN MENGGUNAKAN “SUNTIKAN BUMI” (GRAVITY CORE)
Gravity core adalah alat pengambil sampel sedimen dasar laut (marine sediment corer) yang bekerja dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Alat ini berbentuk tabung panjang yang dijatuhkan beberapa meter di atas dasar laut sehingga menusuk kedalam sedimen dan mengambil sampel berbentuk inti sedimen (sediment core).

Keperluan untuk mengambil inti sedimen secara utuh tanpa terganggu (undisturbed) dalam berbagai bidang seperti dalam penelitian geologi dan lingkungan, perencanaan penggelaran kabel dan pipa bawah laut, investigasi lokasi kontruksi lepas pantai, hingga eksplorasi sumber daya.
Metode ini sering kali dipilih karena memiliki keunggulan dalam menyediakan contoh sedimen tidak terganggu secara vertikal sehingga dapat mengetahui per lapisan sedimen dibandingkan grab sample yang hanya memperoleh contoh sedimen di permukaan saja.
Ditinjau dari segi biaya metode gravity core lebih murah dibandingkan vibrocore/drilling.
Terdapat limitasi dalam proses pengambilan inti sedimen menggunakan metode ini apabila lokasi pekerjaan memiliki kondisi dasar laut yang sangat keras sehingga alat tidak mampu melakukan penetrasi.
Dimana saja gravity core diaplikasikan? Pada dasarnya hampir semua lingkungan perairan dengan kedalaman yang mumpuni dan tidak tertutup oleh lapisan keras/batuan/karang. Waktu yang tepat untuk pengambilan inti sedimen menggunakan gravity core yaitu pada saat tidak terjadi gelombang ekstrim dan arus kuat.
Parts of the Gravity Core
In general, the gravity core consists of the following parts:

- Mesin Penggerak/Winch – Berfungsi untuk menarik alat sampel. Merupakan mesin penggerak menggunakan tenaga diesel atau mesin penarik jenis yang lain. Winch digunakan untuk menurunkan dan menarik Gravity Core yang terhubung dengan kabel sling atau kawat baja.
- Head Weight – Berupa pemberat yang dipasang di bagian atas alat. Penambahan beban (massa) pada gravity corer akan meningkatkan gaya berat total alat. Peningkatan gaya berat ini memberikan dorongan yang lebih besar, sehingga memungkinkan corer menembus sedimen lebih dalam.
- Core Barrel – Tabung baja tempat liner ditempatkan.
- PVC Liner – Tabung pvc ditempatkan didalam barrel, tempat menyimpan sampel.
- Nose Core – Ujung core pemotong sedimen agar dapat menembus sedimen. Bagian yang meruncing di ujung bawah core yang mempermudah penetrasi ke dalam sedimen.
- Core Catcher – Penahan agar sampel tidak keluar setelah masuk ke dalam liner saat recovery.
- Tail Fin / Stabilizer – Berfungsi untuk menjaga alat tetap vertikal pada saat dijatuhkan.
- Wire & Shackle – Pengikat core dan menghubungkannya ke mesin penggerak (winch).
Prinsip Kerja
Prinsip kerja metode ini secara garis besar adalah sebagai berikut:
- Tabung gravity core diturunkan ke laut dalam posisi vertikal.
- Berat (dari head weight) mebambah gaya berat dan membuat alat jatuh bebas ke dasar laut.
- Tabung menembus sedimen dan mengambil inti sedimen, masuk ke dalam pvc liner.
- Katup “core catcher” di bagian bawah menahan sampel agar tidak keluar.

- Alat ditarik kembali ke kapal dan recovery core.
- PVC liner dikeluarkan dari core barrel, ditutup bagian atas dan bawah, diberikan label.
- PVC liner dipindahkan ke tempat penyimpanan (core box) untuk selanjutnya dilakukan pengujan dan analisa di laboratorium.
Spesifikasi Peralatan Gravity Core:
| Panjang Barel | 1 / 1,5 / 3 meter |
| Diameter Barrel | 3 inch (78mm) |
| Head Weight | Besar 40kg – Kecil 23.30kg |
| Diameter Liner | 2½” (73 mm) |
| Material Barrel | Galvanis |
| Core Catcher | Stainless Spring Type |
| Kedalaman Operasi | 10 – 80 meter |
| Core Output | |
| Panjang | ~ 3 meter (tergantung kedalaman dan penetrasi core) |
| Diameter | ± 3 inci (sekitar 78 mm) |
Qyudos Geosurvey Indonesia berpengalaman melakukan pengambilan inti sedimen di Selat Larantuka, Pantai Kuta Sawangan, Waduk Saguling, dan Kepulauan Riau.
