Profil Perusahaan

PRE-ENGINEERING SURVEY DALAM PROYEK PLTS TERAPUNG (FLOATING SOLAR PV)

PLTS Terapung Waduk Cirata resmi beroperasi secara komersial pada tahun 2023, PT PLN (Persero) melanjutkan pengembangan PLTS Terapung di lokasi lain (Waduk Saguling, Danau Singkarak, dan Waduk Sutami). PLTS Terapung dipandang sebagai solusi bagi kebutuhan energi bersih dan berkelanjutan sekaligus mengurangi emisi karbon CO2.

Perbedaan utama PLTS darat (ground-mounted) dan PLTS terapung (floating) terletak pada lokasi pemasangan. PLTS darat dipasang di atas tanah menggunakan struktur penyangga, sedangkan PLTS terapung dipasang di atas permukaan air (waduk/danau) menggunakan pelampung khusus. PLTS terapung tidak menggunakan lahan produktif berbeda dengan PLTS darat sehingga efisiensi tata ruang jauh lebih tinggi.

Gambaran Umum Desain PLTS Terapung

Memahami komponen umum pada PLTS terapung akan sangat membantu mengidentifikasi faktor apa saja yang perlu diperhatikan dan implikasinya pada desain PLTS terapung. Berikut merupakan gambaran umum desain PLTS terapung:

Gambar 1. Gambaran umum komponen PLTS Terapung (Floating Solar PV)
  • Modul Surya (Photovoltaic/PV Panel): Komponen utama untuk menangkap sinar matahari dan mengubahnya menjadi energi listrik.
  • Platform/Struktur Apung (Floating System): Umumnya terbuat dari material High-Density Polyethylene (HDPE) yang tahan korosi dan sinar UV. Struktur ini menopang panel surya di atas permukaan air dan memberikan daya apung (buoyancy).
  • Sistem Jangkar dan Tambatan (Mooring System): Jangkar dan kabel tambatan yang menjaga agar rakitan panel surya tetap pada posisinya dan tidak hanyut terbawa arus atau angin, menahan beban gelombang, serta dapat menyesuaikan dengan fluktuasi ketinggian muka air. Mooring system terdapat dua jenis yaitu: seabed mooring dan onshore mooring. Sistem ini krusial untuk memastikan seluruh rangkaian panel surya tidak bertabrakan dengan tepian atau struktur lain, sehingga keamanan dan operasional pembangkit tetap terjaga.
  • Sistem Kabel Bawah Air (Underwater Cable): Kabel yang menghantarkan listrik dari panel surya di atas air ke inverter dan gardu induk di daratan.
  • Inverter dan Komponen Listrik: Alat untuk mengubah arus searah (DC) dari panel surya menjadi arus bolak-balik (AC).
  • Jalur Akses (Walkway): Bagian dari struktur terapung yang dirancang untuk mempermudah teknisi dalam melakukan pemeliharaan atau pembersihan panel.

Perancangan desain PLTS terapung antara satu lokasi dengan lokasi lainnya dapat sangat berbeda bergantung dengan kondisi perairan, oleh karena itu penting mengetahui kondisi lapangan berdasarkan data primer terbaru.

Parameter yang perlu diketahui sebelum tahap engineering dan desain

Sebelum memasuki tahap engineering dan desain, parameter berikut perlu diketahui terlebih dahulu untuk mengidentifikasi bahaya dan meminimalisir risiko:

  • Estimasi berapa lama Floating Solar PV beroperasi (Year of Expected Operation)
  • Luas keseluruhan badan air/perairan (Size of water body)
  • Kedalaman
  • Perubahaan tinggi muka air
  • Angin (Design wind: kecepatan angin acuan yang dipakai untuk desain teknis; Peak wind = kecepatan angin tertinggi yang benar-benar bisa terjadi/tercatat)
  • Kemungkinan terbentuk dan tinggi gelombang.
  • Water current velocity
  • Tingkat kadar garam terlarut dalam air (Water salinity)
  • Type of soil at the bottom of the water body and slope surface
  • Climate (Temperature, UV radiance)

Faktor-faktor tersebut memiliki implikasi terhadap rancangan floating solar PV, yaitu:

  • Kualitas dari struktur Floater (Quality of floating structure used: thickness, additives, fatigue)
  • Persentase luas tutupan guna meminimalisir efek terhadap lingkungan (% of the surface covered to minimize environmental impact)
  • Tipe sistem jangkar yang memungkinkan, apakah tipe onshore atau bottom, dapat menyesuaikan dengan fluktuasi muka air
  • Fleksibilitas struktur dapatkah beradaptasi ketika terjadi gelombang tinggi (Flexibility of the structure (when you have high wave)
  • Bagaimana Daya Apung–setelah dibebani pekerja, inverter, dan kabel (Bouyancy; worker, inverter, cable)
  • Perangkat elektronik memiliki isolasi dan proteksi yang cukup agar tidak terjadi kebocoran dan korosi (Electrical equipment–insulation, corrosion)
  • Logistik, terutama struktur floating (Logistics–Floating structure mainly)
  • Work safety and security during installation, operation, and maintenance–access to components
  • Balance between costs and risks

Peran survei dalam proses pre-engineering

Survei sangat berperan penting dalam memperoleh data-data primer terkait dengan bahaya yang dapat berimplikasi terhadap struktur floating solar pv. Kami dengan senang hati akan membantu anda dalam memperoleh data-data primer terkait dengan pekerjaan pre-engineering survey.

Berikut merupakan beberapa potret tim kami saat membantu konsultan kolega kami dalam proses pre-engineering survey beberapa tahun lalu.

Gambar 2. Kapal survei yang digunakan di Waduk Saguling untuk Survei Sub Bottom Profiler (SBP) pada tahun 2023
Gambar 3 (a). Operator sedang mengoperasikan alat survey Sub Bottom Profiler.
Gambar 3 (b). Laptop yang menunjukkan rekaman data Sub Bottom Profiler (kanan) saat akuisisi di Waduk Saguling Laptop displaying Sub Bottom Profiler data recordings (right) during acquisition at Saguling Reservoir.
Gambar 4. Operator sedang melakukan instalasi katrol untuk pengambilan sampel sedimen menggunakan Grab dan Gravity core di Waduk Saguling.
Gambar 5. Dokumentasi pre-launch Gravity core di Waduk Saguling
Gambar 6 (a). Kapal survei yang digunakan untuk akuisisi data Sub Bottom Profiler (SBP) di Danau Singkarak..
Gambar 6 (b). Laptop yang menampilkan data Sub Bottom Profiler (SBP) saat akuisisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

id_ID
Powered by TranslatePress